A.
Kondisi
bangsa arab sebelum kedatangan islam
Kondisi
bangsa arab sebelum kedatangan islam di mekkah masih di warnai dengan
paganisme (menyembah berhala sebagai
Tuhan). Pada masa itu juga ada agama
yang bernama masehi atau di kenal dengan agama nasrani. Agama ini banyak
pemeluknya dari penduduk yaman,najran,dan syam. Di samping itu juga ada agama
Yahudi yang pemeluk pemeluknya imigran
di yaman dan madinah, juga ada agama Majusi (Mazdaisme) agama orang
orang persia
Pada
masa jahiliah yaitu masa kegelapan dan kebodohan dalam agama, bukaan karna hal
ekonomi dan sastra karena pada hal tersebut bangsa arab mengalami perkembangan
yang pesat, sastra juga memiliki arti penting bangsa arab yang mengabadikan
peristiwa yang di perlombakan tiap tahunya di pasar seni Ukaz,Majinah,dan majas
Dari pemenang itu syair terbanyak di gantungkan di ka’bah yang di beri nama
al-mu’allaq as-sab’ah di makkah juga sebagai pusat perdagangan lokal, tetapi
juga sebagai jalur perdagangan dunia
yang menghubungkan syam,yaman,persia,abesinia dan mesir.
Bangsa
arab juga sering berperang.peperangan antar suku yang tak henti henti yang
ssaling berebut kekuasaan dan pengaruh kepahlawanan yang di banggakan,tapi di
lain sisi bangsa arab memiliki sifat kesatria,setia kawan,menepati janji.
Bangsa arab juga menghargai tamu,memberikan perlindungan pada mereka yang
bersinggah ke rumah nya. Mereka juga sering memberikan makan,minum kepada
kafilah padang pasir.
Bangsa
arab quraisy suka membela orang tidak berdaya dari golonganya dan slalu
bermusyawarah pada persoalan keluarga,bangsa quraisy juga memiliki lembaga
permusyawaratan yang di beri nama darul nadwah, di lingkungan ini nabi muhammad
di lahirkan.di tengah-tengah kebobrokan lingkungan yang penuh kemaksiatan di
sinillah beliau menyebarkan agama islam
Beliau
lahir pada tanggal 12 rabiul awwal/april 571 M yang pada waktu itu raja yaman
abrahah menyerbu makkah dengan tentara gajahnya yang pada waktu itu di kenal
pada tahun gajah. Ketika berumur 8 tahun beliau yatim piatu dan di asuh oleh
kakek dan pamanya yang bernama abdul muthalib dan abu thalib. Pada umur 12
tahun beliau sudah mengenal berdagang karna beliau di ajak berdagang ke negeri
syam.beliau juga memperdagangan saudagar wanita yang pada akhirnya menjadi
istri beliau.
Masa
ke NABI an Nabi muhammad di mulai ketika menyepi di gua hiro,sebagai imbas
keprihatinan beliau melihat keadaan bangsa arab yang menyembah berhala. Di gua
hiro ini beliau mendapatkan wahyu yang pertama
(surah al alaq ayat 1-5), dan di angkat menjadi nabi utusan allah.pada
masa ini beliau belum di perintahkan menyeru kepada umatnya,kemuadian turun
wahyu ke2 (suarah al muddatsysir ayat 1-7) dan kemudian di angkat menjadi
rossul yang harus berdakwah,
Setelah da'wah
terang-terangan itu, pemimpin Quraisy mulai berusaha menghalangi da'wah Rasul.
Semakin bertambahnya jumlah pengikut Nabi semakin keras tantangan dilancarkan
kaum Quraisy. Menurut Ahmad Salabiy ada 5 faktor orang Quraisy menentang seruan
Islam yait[1]u
:
- Mereka tidak dapat membedakan antara kenabian dan kekuasaan.
- Nabi Muhammad menyerukan persamaan hak antara bangsawan dan hamba sahaya.
- Para pemimpin Quraisy tidak dapat menerima ajaran tentang kebangkitan kembali dan pembalasan di akherat.
- Taqlid kepada nenek moyang adalah kebiasaan yang berurat akar pada bangsa arab.
- Pemahat dan penjual patung memandang islam sebagai penghalang rizki.
B.
PRIODE
MEKKAH
Dalam periode
ini,pengembangan Islam lebih ditekankan pada dasar-dasar pendidikan masyarakat
Islam dan pendidikan sosial kemasyarakatan.
·
Pertama,mendirikan
masjid
Tujuan Rasulullah
mendirikan masjid adalah untuk mempersatukan umat Islam dalam satu
majelis,sehingga di majelis ini umat Islam bisa bersama-sama melaksanakan
shalat berjama`ah secara teratur,mengadili perkara-perkara dan bermusyawarah.
·
Kedua,mempersatukan
dan mempersaudarakan antara kaum Anshar dan Muhajirin.
·
Ketiga,perjanjian
saling membantu antara sesama kaum muslimin dan bukan muslimin.Menurut Ibnu
Haisyam,isi perjanjian tersebut antara lain sebagai berikut:
a.
Pengakuan atas hak pribadi keagamaan dan
politik.
b.
Kebebasan beragama terjamin untuk semua
umat.
c.
Kewajiban penduduk Madinah,baik muslim
maupun nonmuslim,dalam hal moril maupun materiil.Mereka harus bahu-membahu
menangkis semua serangan terhadap kota merek (Madinah).
d.
Rasulullah adalah pemimpin umum bagi
penduduk Madinah.
·
Keempat,meletakkan
dasar-dasar politik,ekonomi,dan sosial untuk masyarakat baru.
Dalam
periode ini,ayat-ayat al-qur`an diturunkan terutama ditunjukan kepada pembinaan
hukum.Ayat-ayat ini kemudian diberi penjelasan oleh Rasulullah,baik secara
lisan maupun perbuatan beliau,sehingga terdapat dua sumber hukum yaitu
Al-qur`an dan hadis.Dari kedua sumber hukum ini terbentuklah sistem untuk bidan
politik yaitu sistem musyawarah.
Pertentangan antara Kaum Yahudi dan
Muslimin
Sikap
ingkar janji kaum Yahudi terlihat ketika tejadinya perang pertama dalam sejarah
Islam yang dikenal dengan perang Badar,yakni perang antara kaum muslimin dengan
kaum musyrik Quraisy pada tanggal 8 Ramadhan tahun kedua hijriyah,di daerah
Badar, kurang lebih 120km dari Madinah.Bukti penyelewengan kaum Yahudi adalah
sebagai berikut:
a.
Pada waktu perang Uhud,dimana kaum
Yahudi berjumlah 300 orang dengan pimpinan Abdullah bin Ubay,mengingkari
janjinya untuk membantu berperang.
b.
Bergabungnya kaum Yahudi dengan
orang-orang kafir untuk menyerang Madinah,dengan cara mengepung Madinah (perang
ahzab atau perang Khandaq).
Perjanjian Hudaibiyah
Isi perjanjian tersebut adalah :
a.
Kaum muslimin belum boleh mengunjungi
Ka`bah tahun itu,tetapi ditangguhkan sampai tahun depan.
b.
Lama kunjungan dibatasi hanya sampai
tiga hari.
c.
Kaum muslimin wajib mengembalikan
orang-orang Mekah yang melarikan diri ke Madinah,namun sebaliknya,pihak Quraisy
tidak harus menolak orang-orang Madinah yang kembali ke Mekah.
d.
Selama sepuluh tahun diberlakukan
gencatan senjata antara masyarakat Madinah dan Mekah.
e.
Tiap kabilah yang ingin masuk ke dalam
persekutuan kaum Quraisy atau kaum muslimin,bebas melakukannya tanpa mendapat
rintangan.
Ada dua faktor
pokok yang mendorong kebijaksanaan ini:
a.
Mekah adalah pusat keagamaan bangsa Arab
dan melalui konsolidasi bangsa Arab dalam Islam,Islam bisa tersebar keluar.
b.
Apabila suku Quraisy dapat
diislamkan,Islam akan memperoleh dukungan yang kuat karena orang-orang Quraisy
mempunyai kekuasaan dan pengaruh yang besar.
Fathu Mekah
Orang-orang
kafir Quraisy secara sepihak melanggar perjanjian Hudaibiyah.Melihat hal ini
,Nabi bersama sepuluh tentara bertolak ke Mekah untuk menghadapi kaum kafir.Dan
tanpa perlawanan berarti nabi pun dapat menguasai Mekah.
C.PEPERANGAN
DALAM ISLAM
Peperangan
dalam islam bukan dimaksudkan untuk menggiring dan memaksa manusia masuk islam.
Namun merupakan usaha untuk melakukan perlindungan diri dari serangan dan
permusuhan serta melindungi dakwah dan membangun kemerdekaan beragama. Pada
dasarnya Rasulullah tidak pernah mendahului menyerang lawan, Rasulullah
hanyalah mempertahankam diri dari serangan musuh yang mengancam umat islam.
Kaum
muslimin diperbolehkan untuk berperang melawan kaum kafir dengan dua alas an,
yaitu :
Pertama,
untuk
mempertahankan diri dan melindungi hak miliknya.
Kedua,
untuk menjaga keselamatan dalam memyebarkan kepercayaan dan mempertahankannya
dari mereka yang menghalang-halanginya.
Kedua
pertahanan itulah yang dikenal dengan istilah jihad yang berarti menggunakan
kekuatan seseorang untuk memukul mundur dengan sikap apriori untuk tidak
bekerja sama.
Peperangan pada Masa
Nabi Muhammad SAW
Perang yang terjadi pada masa Nabi
Muhammad terbagi atas dua bagian, yaitu:
a.Ghazwah
(Perang yang Langsung Dipimpin oleh Nabi Muhammad)
perang ini terbagi atas sembilan bagian, yaitu:
1.
Perang Badar
Perang ini terjadi
dilembah Badar, 125 km selatan Madinah, pada 17 Ramadhan tahun 2H. Peran Badar
merupakan puncak pertikaian antara kaum Muslimin Madinah dan musyrikin
Quraisy Mekah. Peperangan ini disebabkan
oleh tindakan pengusiran dan perampasan harta kaum muslim yang dilakukan oleh
musyriki Quraisy. Tiga tokoh Quraisy yang terlibat dalam perang Badar adalah
Utbah bin Rabi’ah, Al-Walid, dan Syaibah. Ketiganya tewas ditangan tokoh
muslim, seperti Ali bin Abi Thalib, Ubaidah bin Haris, dan Hamzah bin Abdul
Muthalib.
2.
Perang Uhud
Perang ini terjadi di
Bukit Uhud, pada bulan Sya’ban tahun 3H. Perang ini dilatarbelakangi kekalahn
kaum Quraisy pada perang Badar sehingga timbul keinginan untuk membalas dendam
kepada kaum muslimin. Perang Uhud di mulai dngan perang tanding yang
dimenangkan tentara islam, tetapi kemenangan tersebut digagalkan oleh godaan
harta.
3.
Perang Khandaq
Perang Khandaq adalah
perang yang terjadi di sekitar kota Madinah bagian utara, pada bulan Syawal
tahun 5H. Perang ini juga dikenal sebagai perang Ahzab (perang gabungan).
Perang Khandaq melibatkan kabilah Arab dan Yahudiyang tidak senang kepada Nabi
Muhammad. Mereka bekerjasama melawan Nabi, di samping itu orang Yahudi juga
mencari dukungan kabilah Gatafan yang terdiri dari Qaia Alian, Bani Fazara,
Asyja Bani Sulaim, Bani Sa’ad, dan Ka’ab bin Asad.
4.
Perang Mu’tah
Perang ini terjadi pada
tahun 8H. Disebabkan karena Haris Al-Ghassani, menolak penyamoaian wahyu dan
ajakan masuk islam yang di lakukan Nabi Muhammad. Nabi kemudian mengirim pasukan
perang dibawah pimpinan Zaid bin Harisah. Perang ini dinamakan perang Mu’tah
karena trjadi di desa Mu’tah, bagian utara semenanjung Arabia.
5.
Penaklukan Kota Mekah / Fathu Makkah
Fathu Makkah terjadi di
sekitar kota Mekah pada tahun 8H. peristiwa ini dilator belakangi adanya
anggapan kaum Quraisy bahwa kekuatan kaum muslimn telah hancur akibat kalah
perang di Mu’tah. Kaum Quraisy beranggapan Perjanjian Hidabiyah tidak penting
lagi, maka mereka mengingkarinya dan menyerang BANI Khuza’ah yang berada dibawah
perlindungan kaum muslimin.
6.
Perang Hunain
Perang ini terjadi di
lembah Hunain, sekitar 70km dari kota Mekah,
pada tanggal 8 Safar tahun 8H. Perang ini adalah perang antara kaum
muslimin melawan kaum Quraisy yang terdiri dari Bani Hawazin, Bani Saqif, dan
Bani Jusyam. Perang Hunain merupakan balas dendam kaum Quraisy karena peristiwa
Fathu Makkah.
7.
Perang Tha’if
Pasukan muslim mengejar
sisa pasukan Quraisy yang melarikan diri dari Hunain, sampai di kota Tha’if.
Pasukan Quraisy bersembunyi dalam benteng yang kokoh sehingga pasukan muslimin
tidak dapat menebus benteng. Nabi Muhammad mengubah taktik perangnya dengn
memblokade sluruh wilayah Tha’if. Pasukan muslimin kemudian membakar ladang
anggur yang merupakan sumber daya alam utama penduduk Tha’if, dan pada akhirnya
menyerah dan menyatakan bergabubg dengan pasukan islam.
8.
Perang Tabuk
Terjadi di kota Tabuk,
perbatasan antara semenanjung Arabia dan Syam (Suriah). Adanya peristiwa Fathu
Makkah membuat seluruh semenanjung Arabia berada di bawah kepemimpinan Nabi
Muhammad. Melihat kenyataan itu Heraclius penguasa Romawi timur menyusun
pasukan besar untuk menyerang kaum muslimin. Pasukan muslimin kemudian
menyiapkan diri dengan menghimpun kekuatan yang besar, karena pada masa itu
banyak pahlawan islam yang menyediakan diri untuk berperang bersama Nabi.
9.
Perang Widan
Perang ini terjadi di
Widan, sebuah desa antara Mekah dan Madinah. Rasulullah memimpin pasukan muslimin untuk menghadang kafilah
Quraisy. Rasulullah selanjutnya mengadakan perjanjian krjasama dengan Bani
Damrah yang berisi kesanggupan Bani Damrah untuk membantu kaum muslimin apabila
dibutuhkan.
b.Sariyah (Perang yang
Dipimpin oleh Sahabat atas Penunjukan Nabi Muhammad) Perang
ini terbagi atas 10 bagian, yaitu:
1. Sariyah
Hamzah bin Abdul Muthalib
Perang ini terjadi pada bulan
Ramadhan tahun 1H. Perang ini merupakan perang Sariyah pertama yang terjadi
dalam sejarah islam. Sariyah ini berlangsung di datarn rendah Al-Bahr, tidak
jauh dari kota Madinah.
2. Sariyah
Ubaidah bin Haris
Perang ini terjadi pada bulan
Syawal tahun 1H. Sariyah ini berlangsung di Al-Abwa’, desa antara Mekah dan
Madinah. Kaum muslimin dipimpin oleh Ubaidah bin Haris, sedangkan kaum Quraisy
dipimpin Abu Sufyan. Kaum muslimin berjumlah 80 orang, dan kaum Quraisy
berjumlah 200 orang.
3. Sariyah
Abdullah bin Jahsy
Perang ini terjadi di Nakhlah,
antara Thaif dan Mekkah pada bulan Rajab tahun 2H. Pada perang ini kaum
muslimin dipimpin oleh Abdullah bin Jahsy, sedangkan kaum Quraisy dipimpin oleh
Amir bin Hasrami. Kaum muslimin berhasail membunuh Amir bin Hasrami dan menahan
dua orang Quraisy sebagai tawanan perang. Kaum muslimin juga memperoleh harta
rampasan perang dan membwanya kehadapan Nabi Muhammad SAW.
4. Sariyah
Qirdah
Sariyah Qirdah berlangsung di sumur
Qirdah, suatu tempat di Najd (Arab Saudi), padA BULAN JUMADIL AKHIR TAHUN 3h.
Sariyah Qirdah bertujuan untuk menghadang Kafilah Quraisy dari Meka. Perang ini
berhasil dimenangkan kaum muslimin dengan menyita harta kaum Quraisy. Harta
tersebut kemudian dijadikan ghanimah pertama dalam sejarah perang.
5. Sariyah Bani Asad
Sariyah ini berlangsung di Gunung
Asad, disebelah timur Madinah, pada tahun 4H. Nabi Muhammad memerintah kaum
muslim untuk menghadang kaum Bani Asad yang berencana untuk menyerang Madinah,
dan pasukan muslimin yang dipimpin Salamah Al-Makhzum yang terdiri dari 150
orang berhasil menyergap musuh.
6. Sariyah
Raji’
Sariyah ini berlangsung di Raji’,
yaitu daerah yang terletak antara Mekah dan Asfan, pada bulan Safar tahun4H.
yang melibatkan pasukan mslimin melawan pasukan Bani Husail. Perang ini di
latar belakangi oleh rencana pemimpin Bani Husail, Khalid bin Sufyan bin Nubaih
Al-Huzali, untuk menyerang Madinah. Nabi memerintahkan Abdullah bin Unais
meneliti kebenaran rencana tersebut. Abdullah kemudian membunuh Khalid dan
melaporkan kejafian itu kepada Nabi Muhammad SAW.
7. Sariyah
Bi’ru Ma’unah
Sariyah Bi’ru Ma’unah berlangsung
di wilayah timur Madinah antara kaum muslim dan Bani Amir, pada bulan Safar
tahun 4H. Nabi Muhammad mengutus Amir bin Malik (Abu Barra’), seorang pemimpin
dari Bani Amir yang sebelumnya menolak untuk memeluk agama islam, beserta
Al-Munzir bin Amar dari Bani Sa’idah untuk memimpin 40 orang tentara yang
terdiri dari para penghafal Al-Qur’an. Rombongan tersebut berjalan sampai di
Bi’ru Ma’unah yaitu suatu daerah antara Bani Amir dan Bani Salim.
8. Sariyah
Ijla’ Bani Nadir
Sariyah Ijla’ Bani Nadir merupakan
Sariyah yang dilakukan sahabat Nabi untuk mengusir Bani Nadir dari tempat
tinggal mereka. Latar belakang tindakan ini adalah niat Bani Nadir untuk
membunuh utusan Nabi Muhammad.
9. Sariyah
Zi Al-Qissah
Sariyah ini berlangsung di Zi
Al-Qissah, sekitar 24 mil dari Madinah, antara kaum muslim dan Bani Sa’labah.
Bani Sa’labah berencana menyerang peternakan kaum muslim di Haifa’. Setelah
mengetahui rencana tersebut, pasukan muslimin segera menyerang Bani Sa’labah
dan mengirim 10 orang yang dipimpin oleh Muhammad bin Maslamah.
10.
Sariyah Ka’b bin Umair Al-Gifari
Sariyah
ini terjadi pada tahun 8H. Latar belakang Sariyah ini adalah penolakan kaum
musyrikin di Zat Atlah, suatu tempat di Syam (Suriah), terhadap ajakan beberapa
utusan Nabi Muhammad untuk memeluk agama islam.
D.Misi Dakwah Nabi Muhammad
Nabi Muhammad mengutus sahabat yang ahli di bidang
strategi politik dan berdipkusi untuk menyampaikan misi dakwah Islamiyah,
antara lain :
1.
Amr bin Umayyah
Adh-Dhamin.
2.
Dahyah bin Khalifah
Al-Khalabi.
3.
Abdullah bin Hudzaifah.
4.
Suja' bin Wahhab
Al-Asadi.
5.
Salith bin amr al amiri
6.
Hatib bin abi balta'ah
7.
Al-i'la bin al-hadhrami
8.
Al-muhajir bin umayah
9.
Abu musa al-asy'ari
10.
Muadz bin Jabal
11.
Ali bin Abi Thalib
12.
Jarir bin Abi Abdillah
Al-Bajali.
13.
Uyainah bin Hisham
Al-Fazawi.
14.
Buraidah bin Al-Hasib
Al-Aslami.
15.
Rafi' bin Makits
Al-Juhaini.
16.
Amr bin Ash.
17.
Ad-Dhahhak bin Sufyan
bin Auf
18.
Yasar bin Sufyan
Al-Ka'bi.
19.
Usamah bin Zaid.
Dengan utusan yang di terjunkan oleh Nabi Muhammad untuk
menyampaikan dakwah Islam telah diperkenalkan oleh Nabi Muhammad kepada
negara-negara tetangga di sekitar Arab.
E.Masa Terakhir Nabi Muhammad
Pada tahun 9 dan 10 H (630-632 M) banyak suku dari
pelosok Arab, yang mengirimkan delegasi atau utusan kepada Nabi Muhammad SAW
menyatakan pengakuan akan kekuasaan Islam. Oleh karena itu, tahun tersebut
disebut dengan tahun perutusan.
Pada tahun 10 H (631 M) Nabi Muhammad SAW beserta
rombongan yang besar melaksanakan haji, dan inilah haji terakhir bagi beliau
yang merupakan haji perpisahan atau haji wada'.
Dalam kesempatan itu Nabi Muhammad menyampaikan
khutbahnya yang sangat bersejarah, yang isinya bahwa umat Islam harus selalu
berpegang pada dua sumber, yaitu Al-Quran dan sunnah.
Tatkala sakitnya semakin keras, maka Rasulullah
bersabda, "Suruhlah Abu Bakar untuk memimpin manusia melakukan
shalat."
Rasulullah meninggal pada saat Dhuha pada hari Senin
tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 H (8 Juni 632 M). Pada saat wafat Rasulullah
berusia 63 tahun.
[1] Dr.Ali
Mufrodi, Islam di Kawasan Kebudayaan Arab, Jakarta: Logos, 1997, hlm.8
[2]
Prof.Dr.Azyumardi Azra, (Pimpinan Redaksi), Esiklopedi islam, Jakarta : Ichtiar
Baru Van Hoeve. 2005, “ Bab tentang perang islam pada masa nabi Muhammad”,
hlm.14-16.

