Kamis, 01 Desember 2016

sejarah peradapan islam






A.          Kondisi bangsa arab sebelum kedatangan islam
Kondisi bangsa arab sebelum kedatangan islam di mekkah masih di warnai dengan paganisme  (menyembah berhala sebagai Tuhan).  Pada masa itu juga ada agama yang bernama masehi atau di kenal dengan agama nasrani. Agama ini banyak pemeluknya dari penduduk yaman,najran,dan syam. Di samping itu juga ada agama Yahudi yang pemeluk pemeluknya imigran  di yaman dan madinah, juga ada agama Majusi (Mazdaisme) agama orang orang persia
Pada masa jahiliah yaitu masa kegelapan dan kebodohan dalam agama, bukaan karna hal ekonomi dan sastra karena pada hal tersebut bangsa arab mengalami perkembangan yang pesat, sastra juga memiliki arti penting bangsa arab yang mengabadikan peristiwa yang di perlombakan tiap tahunya di pasar seni Ukaz,Majinah,dan majas Dari pemenang itu syair terbanyak di gantungkan di ka’bah yang di beri nama al-mu’allaq as-sab’ah di makkah juga sebagai pusat perdagangan lokal, tetapi juga sebagai jalur perdagangan  dunia yang menghubungkan syam,yaman,persia,abesinia dan mesir.
Bangsa arab juga sering berperang.peperangan antar suku yang tak henti henti yang ssaling berebut kekuasaan dan pengaruh kepahlawanan yang di banggakan,tapi di lain sisi bangsa arab memiliki sifat kesatria,setia kawan,menepati janji. Bangsa arab juga menghargai tamu,memberikan perlindungan pada mereka yang bersinggah ke rumah nya. Mereka juga sering memberikan makan,minum kepada kafilah padang pasir.
Bangsa arab quraisy suka membela orang tidak berdaya dari golonganya dan slalu bermusyawarah pada persoalan keluarga,bangsa quraisy juga memiliki lembaga permusyawaratan yang di beri nama darul nadwah, di lingkungan ini nabi muhammad di lahirkan.di tengah-tengah kebobrokan lingkungan yang penuh kemaksiatan di sinillah beliau menyebarkan agama islam
Beliau lahir pada tanggal 12 rabiul awwal/april 571 M yang pada waktu itu raja yaman abrahah menyerbu makkah dengan tentara gajahnya yang pada waktu itu di kenal pada tahun gajah. Ketika berumur 8 tahun beliau yatim piatu dan di asuh oleh kakek dan pamanya yang bernama abdul muthalib dan abu thalib. Pada umur 12 tahun beliau sudah mengenal berdagang karna beliau di ajak berdagang ke negeri syam.beliau juga memperdagangan saudagar wanita yang pada akhirnya menjadi istri beliau.
Masa ke NABI an Nabi muhammad di mulai ketika menyepi di gua hiro,sebagai imbas keprihatinan beliau melihat keadaan bangsa arab yang menyembah berhala. Di gua hiro ini beliau mendapatkan wahyu yang pertama  (surah al alaq ayat 1-5), dan di angkat menjadi nabi utusan allah.pada masa ini beliau belum di perintahkan menyeru kepada umatnya,kemuadian turun wahyu ke2 (suarah al muddatsysir ayat 1-7) dan kemudian di angkat menjadi rossul yang harus berdakwah,
Setelah da'wah terang-terangan itu, pemimpin Quraisy mulai berusaha menghalangi da'wah Rasul. Semakin bertambahnya jumlah pengikut Nabi semakin keras tantangan dilancarkan kaum Quraisy. Menurut Ahmad Salabiy ada 5 faktor orang Quraisy menentang seruan Islam yait[1]u :
  1. Mereka tidak dapat membedakan antara kenabian dan kekuasaan.
  2. Nabi Muhammad menyerukan persamaan hak antara bangsawan dan hamba sahaya.
  3. Para pemimpin Quraisy tidak dapat menerima ajaran tentang kebangkitan kembali dan pembalasan di akherat.
  4. Taqlid kepada nenek moyang adalah kebiasaan yang berurat akar pada bangsa arab.
  5. Pemahat dan penjual patung memandang islam sebagai penghalang rizki.
B.   PRIODE MEKKAH
Dalam periode ini,pengembangan Islam lebih ditekankan pada dasar-dasar pendidikan masyarakat Islam dan pendidikan sosial kemasyarakatan.
·         Pertama,mendirikan masjid                                                                                                                                  
Tujuan Rasulullah mendirikan masjid adalah untuk mempersatukan umat Islam dalam satu majelis,sehingga di majelis ini umat Islam bisa bersama-sama melaksanakan shalat berjama`ah secara teratur,mengadili perkara-perkara dan bermusyawarah.
·         Kedua,mempersatukan dan mempersaudarakan antara kaum Anshar dan Muhajirin.
·         Ketiga,perjanjian saling membantu antara sesama kaum muslimin dan bukan muslimin.Menurut Ibnu Haisyam,isi perjanjian tersebut antara lain sebagai berikut:                                                   
a.         Pengakuan atas hak pribadi keagamaan dan politik.
b.         Kebebasan beragama terjamin untuk semua umat.
c.         Kewajiban penduduk Madinah,baik muslim maupun nonmuslim,dalam hal moril maupun materiil.Mereka harus bahu-membahu menangkis semua serangan terhadap kota merek (Madinah).
d.        Rasulullah adalah pemimpin umum bagi penduduk Madinah.
·         Keempat,meletakkan dasar-dasar politik,ekonomi,dan sosial untuk masyarakat baru.
Dalam periode ini,ayat-ayat al-qur`an diturunkan terutama ditunjukan kepada pembinaan hukum.Ayat-ayat ini kemudian diberi penjelasan oleh Rasulullah,baik secara lisan maupun perbuatan beliau,sehingga terdapat dua sumber hukum yaitu Al-qur`an dan hadis.Dari kedua sumber hukum ini terbentuklah sistem untuk bidan politik yaitu sistem musyawarah.
Pertentangan antara Kaum Yahudi dan Muslimin
Sikap ingkar janji kaum Yahudi terlihat ketika tejadinya perang pertama dalam sejarah Islam yang dikenal dengan perang Badar,yakni perang antara kaum muslimin dengan kaum musyrik Quraisy pada tanggal 8 Ramadhan tahun kedua hijriyah,di daerah Badar, kurang lebih 120km dari Madinah.Bukti penyelewengan kaum Yahudi adalah sebagai berikut:  
a.       Pada waktu perang Uhud,dimana kaum Yahudi berjumlah 300 orang dengan pimpinan Abdullah bin Ubay,mengingkari janjinya untuk membantu berperang.
b.      Bergabungnya kaum Yahudi dengan orang-orang kafir untuk menyerang Madinah,dengan cara mengepung Madinah (perang ahzab atau perang Khandaq).
Perjanjian Hudaibiyah
Isi perjanjian tersebut adalah :
a.       Kaum muslimin belum boleh mengunjungi Ka`bah tahun itu,tetapi ditangguhkan sampai tahun depan.
b.      Lama kunjungan dibatasi hanya sampai tiga hari.
c.       Kaum muslimin wajib mengembalikan orang-orang Mekah yang melarikan diri ke Madinah,namun sebaliknya,pihak Quraisy tidak harus menolak orang-orang Madinah yang kembali ke Mekah.
d.      Selama sepuluh tahun diberlakukan gencatan senjata antara masyarakat Madinah dan Mekah.
e.       Tiap kabilah yang ingin masuk ke dalam persekutuan kaum Quraisy atau kaum muslimin,bebas melakukannya tanpa mendapat rintangan.
Ada dua faktor pokok yang mendorong kebijaksanaan ini:
a.       Mekah adalah pusat keagamaan bangsa Arab dan melalui konsolidasi bangsa Arab dalam Islam,Islam bisa tersebar keluar.
b.      Apabila suku Quraisy dapat diislamkan,Islam akan memperoleh dukungan yang kuat karena orang-orang Quraisy mempunyai kekuasaan dan pengaruh yang besar.
Fathu Mekah
Orang-orang kafir Quraisy secara sepihak melanggar perjanjian Hudaibiyah.Melihat hal ini ,Nabi bersama sepuluh tentara bertolak ke Mekah untuk menghadapi kaum kafir.Dan tanpa perlawanan berarti nabi pun dapat menguasai Mekah.

C.PEPERANGAN DALAM ISLAM
Peperangan dalam islam bukan dimaksudkan untuk menggiring dan memaksa manusia masuk islam. Namun merupakan usaha untuk melakukan perlindungan diri dari serangan dan permusuhan serta melindungi dakwah dan membangun kemerdekaan beragama. Pada dasarnya Rasulullah tidak pernah mendahului menyerang lawan, Rasulullah hanyalah mempertahankam diri dari serangan musuh yang mengancam umat islam.
Kaum muslimin diperbolehkan untuk berperang melawan kaum kafir dengan dua alas an, yaitu :
Pertama, untuk mempertahankan diri dan melindungi hak miliknya.
Kedua, untuk menjaga keselamatan dalam memyebarkan kepercayaan dan mempertahankannya dari mereka yang menghalang-halanginya.
Kedua pertahanan itulah yang dikenal dengan istilah jihad yang berarti menggunakan kekuatan seseorang untuk memukul mundur dengan sikap apriori untuk tidak bekerja sama.
Peperangan pada Masa Nabi Muhammad SAW
Perang yang terjadi pada masa Nabi Muhammad terbagi atas dua bagian, yaitu:
a.Ghazwah (Perang yang Langsung Dipimpin oleh Nabi Muhammad)
   perang ini terbagi atas sembilan bagian, yaitu:
1.        Perang Badar
Perang ini terjadi dilembah Badar, 125 km selatan Madinah, pada 17 Ramadhan tahun 2H. Peran Badar merupakan puncak pertikaian antara kaum Muslimin Madinah dan musyrikin Quraisy  Mekah. Peperangan ini disebabkan oleh tindakan pengusiran dan perampasan harta kaum muslim yang dilakukan oleh musyriki Quraisy. Tiga tokoh Quraisy yang terlibat dalam perang Badar adalah Utbah bin Rabi’ah, Al-Walid, dan Syaibah. Ketiganya tewas ditangan tokoh muslim, seperti Ali bin Abi Thalib, Ubaidah bin Haris, dan Hamzah bin Abdul Muthalib.
2.        Perang Uhud
Perang ini terjadi di Bukit Uhud, pada bulan Sya’ban tahun 3H. Perang ini dilatarbelakangi kekalahn kaum Quraisy pada perang Badar sehingga timbul keinginan untuk membalas dendam kepada kaum muslimin. Perang Uhud di mulai dngan perang tanding yang dimenangkan tentara islam, tetapi kemenangan tersebut digagalkan oleh godaan harta.
3.        Perang Khandaq
Perang Khandaq adalah perang yang terjadi di sekitar kota Madinah bagian utara, pada bulan Syawal tahun 5H. Perang ini juga dikenal sebagai perang Ahzab (perang gabungan). Perang Khandaq melibatkan kabilah Arab dan Yahudiyang tidak senang kepada Nabi Muhammad. Mereka bekerjasama melawan Nabi, di samping itu orang Yahudi juga mencari dukungan kabilah Gatafan yang terdiri dari Qaia Alian, Bani Fazara, Asyja Bani Sulaim, Bani Sa’ad, dan Ka’ab bin Asad.
4.        Perang Mu’tah
Perang ini terjadi pada tahun 8H. Disebabkan karena Haris Al-Ghassani, menolak penyamoaian wahyu dan ajakan masuk islam yang di lakukan Nabi Muhammad. Nabi kemudian mengirim pasukan perang dibawah pimpinan Zaid bin Harisah. Perang ini dinamakan perang Mu’tah karena trjadi di desa Mu’tah, bagian utara semenanjung Arabia.
5.        Penaklukan Kota Mekah / Fathu Makkah
Fathu Makkah terjadi di sekitar kota Mekah pada tahun 8H. peristiwa ini dilator belakangi adanya anggapan kaum Quraisy bahwa kekuatan kaum muslimn telah hancur akibat kalah perang di Mu’tah. Kaum Quraisy beranggapan Perjanjian Hidabiyah tidak penting lagi, maka mereka mengingkarinya dan menyerang BANI Khuza’ah yang berada dibawah perlindungan kaum muslimin.
6.        Perang Hunain
Perang ini terjadi di lembah Hunain, sekitar 70km dari kota Mekah,  pada tanggal 8 Safar tahun 8H. Perang ini adalah perang antara kaum muslimin melawan kaum Quraisy yang terdiri dari Bani Hawazin, Bani Saqif, dan Bani Jusyam. Perang Hunain merupakan balas dendam kaum Quraisy karena peristiwa Fathu Makkah.
7.        Perang Tha’if
Pasukan muslim mengejar sisa pasukan Quraisy yang melarikan diri dari Hunain, sampai di kota Tha’if. Pasukan Quraisy bersembunyi dalam benteng yang kokoh sehingga pasukan muslimin tidak dapat menebus benteng. Nabi Muhammad mengubah taktik perangnya dengn memblokade sluruh wilayah Tha’if. Pasukan muslimin kemudian membakar ladang anggur yang merupakan sumber daya alam utama penduduk Tha’if, dan pada akhirnya menyerah dan menyatakan bergabubg dengan pasukan islam.
8.        Perang Tabuk
Terjadi di kota Tabuk, perbatasan antara semenanjung Arabia dan Syam (Suriah). Adanya peristiwa Fathu Makkah membuat seluruh semenanjung Arabia berada di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad. Melihat kenyataan itu Heraclius penguasa Romawi timur menyusun pasukan besar untuk menyerang kaum muslimin. Pasukan muslimin kemudian menyiapkan diri dengan menghimpun kekuatan yang besar, karena pada masa itu banyak pahlawan islam yang menyediakan diri untuk berperang bersama Nabi.
9.        Perang Widan
Perang ini terjadi di Widan, sebuah desa antara Mekah dan Madinah. Rasulullah memimpin  pasukan muslimin untuk menghadang kafilah Quraisy. Rasulullah selanjutnya mengadakan perjanjian krjasama dengan Bani Damrah yang berisi kesanggupan Bani Damrah untuk membantu kaum muslimin apabila dibutuhkan.
           
b.Sariyah (Perang yang Dipimpin oleh Sahabat atas Penunjukan Nabi Muhammad) Perang ini terbagi atas 10 bagian, yaitu:
1.    Sariyah Hamzah bin Abdul Muthalib
Perang ini terjadi pada bulan Ramadhan tahun 1H. Perang ini merupakan perang Sariyah pertama yang terjadi dalam sejarah islam. Sariyah ini berlangsung di datarn rendah Al-Bahr, tidak jauh dari kota Madinah.
2.    Sariyah Ubaidah bin Haris
Perang ini terjadi pada bulan Syawal tahun 1H. Sariyah ini berlangsung di Al-Abwa’, desa antara Mekah dan Madinah. Kaum muslimin dipimpin oleh Ubaidah bin Haris, sedangkan kaum Quraisy dipimpin Abu Sufyan. Kaum muslimin berjumlah 80 orang, dan kaum Quraisy berjumlah 200 orang.
3.    Sariyah Abdullah bin Jahsy
Perang ini terjadi di Nakhlah, antara Thaif dan Mekkah pada bulan Rajab tahun 2H. Pada perang ini kaum muslimin dipimpin oleh Abdullah bin Jahsy, sedangkan kaum Quraisy dipimpin oleh Amir bin Hasrami. Kaum muslimin berhasail membunuh Amir bin Hasrami dan menahan dua orang Quraisy sebagai tawanan perang. Kaum muslimin juga memperoleh harta rampasan perang dan membwanya kehadapan Nabi Muhammad SAW.
4.    Sariyah Qirdah
Sariyah Qirdah berlangsung di sumur Qirdah, suatu tempat di Najd (Arab Saudi), padA BULAN JUMADIL AKHIR TAHUN 3h. Sariyah Qirdah bertujuan untuk menghadang Kafilah Quraisy dari Meka. Perang ini berhasil dimenangkan kaum muslimin dengan menyita harta kaum Quraisy. Harta tersebut kemudian dijadikan ghanimah pertama dalam sejarah perang.
5.     Sariyah Bani Asad
Sariyah ini berlangsung di Gunung Asad, disebelah timur Madinah, pada tahun 4H. Nabi Muhammad memerintah kaum muslim untuk menghadang kaum Bani Asad yang berencana untuk menyerang Madinah, dan pasukan muslimin yang dipimpin Salamah Al-Makhzum yang terdiri dari 150 orang berhasil menyergap musuh.
6.    Sariyah Raji’
Sariyah ini berlangsung di Raji’, yaitu daerah yang terletak antara Mekah dan Asfan, pada bulan Safar tahun4H. yang melibatkan pasukan mslimin melawan pasukan Bani Husail. Perang ini di latar belakangi oleh rencana pemimpin Bani Husail, Khalid bin Sufyan bin Nubaih Al-Huzali, untuk menyerang Madinah. Nabi memerintahkan Abdullah bin Unais meneliti kebenaran rencana tersebut. Abdullah kemudian membunuh Khalid dan melaporkan kejafian itu kepada Nabi Muhammad SAW.
7.    Sariyah Bi’ru Ma’unah
Sariyah Bi’ru Ma’unah berlangsung di wilayah timur Madinah antara kaum muslim dan Bani Amir, pada bulan Safar tahun 4H. Nabi Muhammad mengutus Amir bin Malik (Abu Barra’), seorang pemimpin dari Bani Amir yang sebelumnya menolak untuk memeluk agama islam, beserta Al-Munzir bin Amar dari Bani Sa’idah untuk memimpin 40 orang tentara yang terdiri dari para penghafal Al-Qur’an. Rombongan tersebut berjalan sampai di Bi’ru Ma’unah yaitu suatu daerah antara Bani Amir dan Bani Salim.
8.    Sariyah Ijla’ Bani Nadir
Sariyah Ijla’ Bani Nadir merupakan Sariyah yang dilakukan sahabat Nabi untuk mengusir Bani Nadir dari tempat tinggal mereka. Latar belakang tindakan ini adalah niat Bani Nadir untuk membunuh utusan Nabi Muhammad.
9.    Sariyah Zi Al-Qissah
Sariyah ini berlangsung di Zi Al-Qissah, sekitar 24 mil dari Madinah, antara kaum muslim dan Bani Sa’labah. Bani Sa’labah berencana menyerang peternakan kaum muslim di Haifa’. Setelah mengetahui rencana tersebut, pasukan muslimin segera menyerang Bani Sa’labah dan mengirim 10 orang yang dipimpin oleh Muhammad bin Maslamah.
10. Sariyah Ka’b bin Umair Al-Gifari
Sariyah ini terjadi pada tahun 8H. Latar belakang Sariyah ini adalah penolakan kaum musyrikin di Zat Atlah, suatu tempat di Syam (Suriah), terhadap ajakan beberapa utusan Nabi Muhammad untuk memeluk agama islam.
D.Misi Dakwah Nabi Muhammad
Nabi Muhammad mengutus sahabat yang ahli di bidang strategi politik dan berdipkusi untuk menyampaikan misi dakwah Islamiyah, antara lain :
1.       Amr bin Umayyah Adh-Dhamin.
2.       Dahyah bin Khalifah Al-Khalabi.
3.       Abdullah bin Hudzaifah.
4.       Suja' bin Wahhab Al-Asadi.
5.       Salith bin amr al amiri
6.       Hatib bin abi balta'ah
7.       Al-i'la bin al-hadhrami
8.       Al-muhajir bin umayah
9.       Abu musa al-asy'ari
10.   Muadz bin Jabal
11.   Ali bin Abi Thalib
12.   Jarir bin Abi Abdillah Al-Bajali.
13.   Uyainah bin Hisham Al-Fazawi.
14.   Buraidah bin Al-Hasib Al-Aslami.
15.   Rafi' bin Makits Al-Juhaini.
16.   Amr bin Ash.
17.   Ad-Dhahhak bin Sufyan bin Auf
18.   Yasar bin Sufyan Al-Ka'bi.
19.   Usamah bin Zaid.
Dengan utusan yang di terjunkan oleh Nabi Muhammad untuk menyampaikan dakwah Islam telah diperkenalkan oleh Nabi Muhammad kepada negara-negara tetangga di sekitar Arab.
E.Masa Terakhir Nabi Muhammad
Pada tahun 9 dan 10 H (630-632 M) banyak suku dari pelosok Arab, yang mengirimkan delegasi atau utusan kepada Nabi Muhammad SAW menyatakan pengakuan akan kekuasaan Islam. Oleh karena itu, tahun tersebut disebut dengan tahun perutusan.
Pada tahun 10 H (631 M) Nabi Muhammad SAW beserta rombongan yang besar melaksanakan haji, dan inilah haji terakhir bagi beliau yang merupakan haji perpisahan atau haji wada'.
Dalam kesempatan itu Nabi Muhammad menyampaikan khutbahnya yang sangat bersejarah, yang isinya bahwa umat Islam harus selalu berpegang pada dua sumber, yaitu Al-Quran dan sunnah.
Tatkala sakitnya semakin keras, maka Rasulullah bersabda, "Suruhlah Abu Bakar untuk memimpin manusia melakukan shalat."
Rasulullah meninggal pada saat Dhuha pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 H (8 Juni 632 M). Pada saat wafat Rasulullah berusia 63 tahun.


[1] Dr.Ali Mufrodi, Islam di Kawasan Kebudayaan Arab, Jakarta: Logos, 1997, hlm.8
[2] Prof.Dr.Azyumardi Azra, (Pimpinan Redaksi), Esiklopedi islam, Jakarta : Ichtiar Baru Van Hoeve. 2005, “ Bab tentang perang islam pada masa nabi Muhammad”, hlm.14-16.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar