Kamis, 01 Desember 2016

Tentang Topik dan EYD



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


BAHASA INDONESIA
DOSEN:
Ariesta Bagus Pramuwibowo, M.Pd

Apa itu topik?

Menurut pengetahuan dan pengalaman saya, Topik adalah sebuah kalimat yang merupakan ide utama dalam sebuah paragraf, cerita atau sebuah tulisan lainnya. Saat kita memulai untuk membuat karya tulisan, kita harus mempunyai topik yang akan kita kembangkan. Dengan kata lain, topik ini adalah yang akan membatasi sampai mana pembahasan kita dalam sebuah karya tulisan, baik itu tulisan yang bersifat seni maupun yang bersifat resmi. Topik dibagi menjadi 2 menurut salah satu blog lain yang saya baca. Yaitu, topik itu sendiri dan pengontrol ide. Topik akan menuju ke subyek yang akan kita bahas. contoh kecilnya, topik dari tulisan saya ini adalah pembahasan tentang topik, tema dan judul serta bagaimana cara menentukan topik, tema dan judul yang baik. Tulisan ini akan dibatasi oleh semua bahasan tentang topik, tema dan Judul.


Syarat topik yang baik seperti apa?

Topik seharusnya yang menjadi salah satu perhatian penting dalam penulisan selain tema dan judul. Karena dengan topik tulisan kita akan menarik bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih dalam tentang topik tersebut. Beberapa yang harus diperhatikan dalam pemilihan topik adalah sebagai berikut.

1. Topik harus menarik perhatian penulis.
Topik yang menarik perhatian akan memotivasi pengarang penulis secara terus-menerus mencari data-data untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.Penulis akan didorong agar dapat menyelesaikan tulisan itu sebaik-baiknya.Suatu topik sama sekali tidak disenangi penulis akan menimbulkan kesalahan.Bila terdapat hambatan ,penulis tidak akan berusaha denngan sekuat tenaga untuk mengumpulkan data dan fakta yang akan digunakan untuk memecahka masalah.

2. Diketahui oleh penulis.
Penulis hendaklah mengerti atau mengetahui meskipun baru prinsip-perinsip ilmiahnya.
Contoh:
• Mencari sumber-sumber data .
• Metode atau penerapan yang digunakan.
• Metode analisis yang akan digunakan.
• Buku-buku referensi yang digunakan.

3. Jangan terlalu baru,jangan terlalu teknis dan jangan terlalu kontroversial.
Bagi penulis pemula,topik yang baru kemungkinan belum ada referensinya dalam kepustakaan.Topik yang terlalu teknis kemungkinan dapat menjebak penulis bila tidak benar-benar menguasai bahan penulisannya.Topik yang kontroversial akan menimbulkan kesulitan untuk bertindak secara objektif.

4. Bermanfaat.
Topik yang dipilih hendaknya bermanfaat. Ditinjau dari segi akademis dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan dapat berguna dalam ehidupan sehari-hari maupun dari segi praktis. 

5. Jangan terlau luas.
Penulis harus membatasi topik yang akan ditulis.Setipa penulis harus betul-betul yakin bahwa topik yang dipilihnya cukup sempit dan berbatas untuk digarap sehingga tulisannya dapat terfokus.

6. Topik yang dipilih harus berada disekitar kita.

7. Topik yang dipilih harus yang menarik.
 

8. Topik yang dipilih ruang lingkup sempit dan terbatas.
 

9. Topik yang dipilih memiliki data dan fakta yang obyektif.
 

10. Topik yang dipilih harus kita ketahui prinsip-prinsip ilmiahnya. topik yang di pilih jangan terlalu baru.
 

11. Topik yang dipilih memiliki sumber acuan.


Bagaimana cara membatasi Topik?

Pembatasann topik sekurang-kurangnya dapat membantu pengarang dalam beberapa hal:
• Memungkinkan pennulis penuh dengan keyakinan dan kepercayaan bahwa topik tersebut benar-benar diketahuinya.
• Memungkinkan penulis mengadakan penelitian lebih intensif mengenai masalahnya.
Cara membatasi sebuah topik dapat dilakukan dengan cara;
a. Tetapkanlah topik dalam kedudukan central.
Contoh; Komunikasi.
b.Ajukan pertanyaan apakah topik tersebut masih dapat dirinci , bila dapat tetapkan lah.
c.Tetpkanlah yang mana subtopik yang akan dipilih
d. Ajukan pertanyaan apakah subtopik yang dipilih masih dapat dirinci lebih lanjut.

Yang kedua, adalah TEMA.

Apa itu tema?
Berbeda dengan topik, tema adalah sebuah gagasan pokok dalam sebuah tulisan. Kalau topik adalah kalimatnya, kalau tema adalah gagasan pokoknya. Tema dari tulisan ini adalah mengenai 'topik, tema dan judul'. Di setiap tulisan pastilah mempunyai sebuah tema, karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat. Dalam menulis cerpen,puisi,novel,karya tulis, dan berbagai macam jenis tulisan haruslah memiliki sebuah tema. Jadi jika diandaikan seperti sebuah rumah, tema adalah atapnya. Tema juga hal yang paling utama dilihat oleh para pembaca sebuah tulisan. Jika temanya menarik, maka akan memberikan nilai lebih pada tulisan tersebut.
Apa syarat tema yang baik?

1. Tema menarik perhatian penulis.
Tema yang menarik perhatian penulis akan memungkinkan penulis berusaha terus- menerus mencari data untuk memecahakan masalah-masalah yang dihadapi, penulis akan didorong terus-menerus agar dapat menyelesaikan karya tulis itu sebaik-baiknya.
2. Tema dikenal/diketahui dengan baik.
Maksudnya bahwa sekurang-kurangnya prinsip-prinsip ilmiah diketahui oleh penulis. Berdasarkan prinsip ilmiah yang diketahuinya, penulis akan berusaha sekuat tenaga mencari data melalui penelitian, observasi, wawancara, dan sebagainya sehingga pengetahuannya mengenai masalah itu bertambah dalam. Dalam keadaan demikian, disertai pengetahuan teknis ilmiah dan teori ilmiah yang dikuasainya sebagai latar belakang masalah tadi, maka ia sanggup menguraikan tema itu sebaik-baiknya.
3. Bahan-bahannya dapat diperoleh.
Sebuh tema yang baik harus dapat dipikirkan apakah bahannya cukup tersedia di sekitar kita atau tidak. Bila cukup tersedia, hal ini memungkinkan penulis untuk dapat memperolehnya kemudian mempelajari dan menguasai sepenuhnya.
4. Tema dibatasi ruang lingkupnya.
Tema yang terlampau umum dan luas yang mungkin belum cukup kemampuannya untuk menggarapnya akan lebih bijaksana kalau dibatasi ruang lingkupnya.

Yang ketiga, adalah JUDUL.

Apa itu judul?
Judul adalah perincian atau penjabaran dari topik. Judul lebih spesifik dan sering telah menyiratkan permasalahan atau variabel yang akan dibahas. Judul juga merupakan nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi). Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan. 
Ada yang mendefinisikan Judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan. Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi bahasan. Judul tidak harus sama dengan topik. Jika topik sekaligus menjadi judul, biasanya karangan akan bersifat umum dan ruang lingkupnya sangat luas. Judul dibuat setelah selesai menggarap tema, shingga bisa terjamin bahwa judul itu cocok dengan temanya. Sebuah judul yang baik akan merangsang perhatian pembaca dan akan cocok dengan temanya. 
Judul hanya menyebut ciri-ciri yang utama atau yang terpenting dari karya itu, sehingga pembaca sudah dapat membayangkan apa yang akan diuraikan dalam karya itu. Ada judul yang mengungkapkan maksud pengarang, misalnya dalam sebuah laporan eksposisi, contohnya : “Mengetahui dan Menentukan Topik, Tema dan Judul".
Judul karangan sedapat-dapatny:
a.. singkat dan padat,
b. menarik perhatian, serta
c. menggambarkan garis besar (inti) pembahasan.


Apa syarat judul yang baik?

a. Asli
Jangan menggunakan judul yang sudah pernah ada, bila terpaksa dapat dicarikan sinonimnya.

b. Relevan
Setelah menulis,baca ulang karangan anda, lalu carilah judul yang relevan dengan karangan anda ( harus mempunyai pertalian dengan temanya, atau ada pertalian dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut).

c. Provokatif
Judul tidak boleh terlalu sederhana, sehingga(calon) pembaca sudah dapat menduga isi karangan anda, kalau(calon) pembaca sudah dapat menebak isinya tentu karangan anda sudah tidak menarik lagi.

d. Singkat
Judul tidak boleh bertele-tele, harus singkat dan langsung pada inti yang ingin dibicarakan sehingga maksud yang ingin disampaikan dapat tercermin lewat judul.

e. Harus bebentuk frasa

f. Awal kata harus huruf kapital kecuali preposisi dan konjungsi,

g. Tanpa tanda baca di akhir judul karangan,


h. Menarik perhatian,


i. Logis,


j. Sesuai dengan isi.


Judul dibagi menjadi dua,yaitu :

1. Judul langsung :
Judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita, sehingga hubugannya dengan bagian utama nampak jelas.

2. Judul tak langsung :
Judul yang tidak langsung hubungannya dengan bagian utama berita tapi tetap menjiwai seluruh isi karangan atau berita.








Penulisan judul artikel perlu memperhatikan acuan berikut, yakni:
1.       Berbentuk frase bukan kalimat
2.       Berisi variabel yang diteliti atau kata-kata kunci yang menggambarkan masalah yang diteliti
3.       Tidak terlalu panjang atau terlalu pendek (5-15 kata)
4.       Hendaknya informatif dan menarik

Penulisan abstrak dan kata-kata kunci merupakan bagian yang membedakan artikel dengan karya ilmiah yang berupa makalah. Abstrak artikel hasil penelitian :
1.       Ditik spasi tunggal dengan format lebih sempit dari teks utama
2.       Berisi penyataan ringkas tentang ide penelitian (masalah dan tujuan, prosedur, ringkasan hasil, bila perlu simpulan dan implikasinya)
3.       Terdiri dari satu paragraf (50-75 kata). Adapun kata-kata kunci yang dituliskan dalam artikel hendaknya :
a.       Berupa kata tunggal atau gabungan kata
b.      Jumlah sekitar lima kata
c.       Merupakan kata pokok dari masalah
Ada beberapa petunjuk dala penulisan bagian pendahuluan, yakni :
1.       Ditulis setelah abstrak, tanda sub judul
2.       Menyajikan kajian pustaka (berisi gagasan tentang latar belakang, masalah dan wawasan rencana pemecahan masalah dan tujuan penelitian)
3.       Menyajikan secara ringkas dan padat kajian pustaka
4.       Disertai rujukan yang handal dengan jumlah proposional
5.       Mengarahkan pembaca pada rumusan dan pemecahan masalah penelitian
6.       Terdiri dari 2-3 halaman kuarto dengan jarak ketik 1,5 spasi

Teknik menulis latar belakang :
1.       Kondisi ideal yang diharapkan
2.       kondisi real ( nyata senyatanya dan nyata tidak senyatanya )
3.       penyebab terjadinya kesenjangan antara kondisi ideal yang diharapkan dengan kondisi nyata dilapangan.
4.       Menelaah terhadap laporan penelitian dan tulisan yang relevan.



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

KUIS
BAHASA INDONESIA
DOSEN:
Ariesta Bagus Pramuwibowo, M.Pd

Nama        :MOH HANIF FUAD AFFANDI
NIM           :17201163071
Kelas         :PAI 1 C


(20a)"Selain itu, pendidikan ini juga bertujuan..."
(21a)"Sedangkan data sekunder, diperoleh dari semua teks novelnya yang  berjudul Sebuah Cinta yang Menangis."
(31a) Model pendekatan yang dikemukakan Ratna (2004: 55) antara lain: pendekatan biografi sastra, sosiologi sastra, dan,...

 (20a) Tanda baca titik tersebut kurang tepat karena berdasarkan kaidah;
 Tanda Elipsis (…)
Tanda ini menggambarkan kalimat-kalimat yang terputus-putus dan menunjukkan bahwa dalam suatu petikan ada bagian yang dibuang. Jika yang dibuang itu di akhir kalimat, maka dipakai empat titik dengan titik terakhir diberi jarak atau loncatan.
Maka yang benar adalah: "Selain itu, pendidikan ini juga bertujuan .... "

(21a) Tanda baca koma tersebut tidak tepat karena berdasarkan kaidah;
Tanda Koma ( , )
Digunakan di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat
Maka yang benar adalah: "Sedangkan, data sekunder diperoleh dari semua teks novelnya yang  berjudul Sebuah Cinta yang Menangis."


(31a) Tanda titik dua tersebut tidak tepat karena berdasarkan kaidah;

Tanda Titik Dua ( : )
 Tanda titik dua dipakai :
    • Sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemberian.
    • Pada akhir suatu pertanyaan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
    • Di dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan
    •  Di antara jilid atau nomor dan halaman
    • Di antara bab dan ayat dalam kitab suci
    • Di antara judul dan anak judul suatu karangan.
    • Tidak dipakai apabila rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Maka Yang Benar adalah: Model pendekatan yang dikemukakan Ratna (2004), 55 antara lain: pendekatan biografi sastra, sosiologi sastra, dan ....
Tambahan dalam kasus ini setelah pada kalimat terakhir  yang menggunakan Tanda Elipsis maka harus di kasih spasi dan titiknya berjumlah empat dan setelah kalimat Dan tidak perlu dikasih Tanda Koma.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar