Kamis, 01 Desember 2016

Ulumul Qur'an dalam FAWATIHIS SUWAR











A.    PENGERTIAN FAWATIHIS SUWAR
 Fawatih merupakan bentuk jamak dari kata fatih yang berarti pembuka. Sedangkan fawatihis suwar berati pembukaan-pembukaan pada surat-surat. Jadi, fawatihis suwar adalah ilmu yang membahas tentang kalimat-kalimat pada pembukaan-pembukaan surat dalam al-Qur’an.

B.     MACAM-MACAM FAWATIHIS SUWAR
Menurut Al-Qhastalani, fawatihis suwar dibagi menjadi 10 macam, yaitu:
1.      Pembukaan dengan pujian kepaada Allah (al-tsana’)
2.      Pembukaan dengan huruf muqaththa’at
3.      Pembukaan dengan panggilan (al-nida)
4.      Pembukaan dengan jumlah khabariyah
5.      Pembukaan dengan sumpah (al-qasam)
6.      Pembukaan dengan syarat (al-syarth)
7.      Pembukaan dengan perintah (al-amr)
8.      Pembukaan dengan pertanyaan (al-istifham)
9.      Pembukaan dengan doa (bi al-du’a)
10.  Pembukaan dengan alasan (bi al-ta’lil)

Dalam pembagian ini ada sebagian pembuka surat yang seharusnya masuk pada kelompok tertentu, akan tetapi karena sudah dimasukkan kekelompok lain, maka tidak dimasukkan pada kelompok tersebut.



Menurut para ahli, fawatih al-suwar dibagi menjadi 10 macam, yaitu:
1.      Pembukaan dengan pujian kepada Alloh (al-tsana’)
Pujian kepada allah ada 2 macam yaitu :
a.       Pembukaan dengan sifat-sifat yang terpuji bagi allah dengan menggunakan lafadz sebagai berikut:
-          Menggunakan lafadz hamdallah yakni di buka dengan
(الْحَمْدُ لِلّٰهِ) yang terdapat dalam lima surat, yaitu:
1. Al-Fatihah, 2. Al-An’am, 3. Al-Kahfi, 4. Saba’, 5. Fatthir.
Contoh:  (Al-Fatihah ayat 2).
      الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ اْلعٰلَمِيْنَ ٢
2. segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
-          Menggunakan lafadz ( تَبَارَكَ ) yang terdapat dalam 2 surat yaitu : 1. Al-Furqon 2. Al-Mulk
Contoh: (Al-Mulk ayat 1)
 تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَعَلٰى كُلِّ شَيْءٍقَدِيْرُ
1. Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

b.        Mensucikan allah dari sifat-sifat negatif dengan menggunakan lafadz tasbih (يُسَبِّحُ/سَبِّحْ/سَبَّحْ/سُبْحَنَ) yang terdapat dalam 7 surat, yaitu:
1. Al-Isro’, 2. Al-Ala, 3. Al-Hadid, 4. Al-Hasyir, 5. Ash-Shaaffu,
6. Al-Jum’ah, 7. At-Taghabun.
Contoh: (Al-Hadid ayat 1)
   سَبَّحَ لِلّٰهِ مَافِى الْسَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ  وَهُوَالْعَزِيْزُالْحَكِيْمُ
1. semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.





2.      Pembukaan dengan huruf-huruf yang terputus-putus
(al mugath-tha’at)
Pembukaan dengan huruf-huruf ini terdapat dalam 29 surat dengan menggunakan 14 huruf tanpa di ulang, yakni: (ا/ي/ه/ن/م/ل/ك/ق/ع/ك/ص/س/ر/ح)
Penggunaan huruf-huruf tersebut dalam pembukaan dalam surat al-quran di susun dalam 14 rangkaian, yang terdiri dari 5 kelompok sebagai berikut:
a.       Kelompok sederhana, terdiri dari 1 huruf yang ada tiga rangkaian dan terdapat dalam 3 surat, yaitu:
1.        (ص ) dalam QS. Shad
2.        (ق) dalam QS. Qaf
3.        (ن) dalam QS. Nun
  
b.      Kelompok yang terdiri dari 2 huruf ( Al Mutsanna ), yang ada 4 rangkaian dan terdapat dalam 9 surat, yaitu:
1.      Rangkaian huruf (حم) :
1. QS. Al-Mu’min, 2. QS Al Sajdah, 3. QS. Az-Zuhruf,
4. QS. Al-Dukhan, 5. QS. Al-Jatsiyah, 6. QS.Al-Ahqaf.    
2.      Rangkaian huruf  (طه )  : 1. QS. Thaha    
3.      Rangkaian huruf ( طس ): 1. QS. Al-Naml
4.      Rangkaian huruf ( يس ):  1. QS. Yasin

c.       Kelompok yang terdiri dari 3 huruf ( Al Mutsallatsatu ), yang ada 3 rangkaian dan terdapat dalam 13 surat, yaitu:
1.      Rangkaian huruf (الم): 1. Qs. Al-Baqarah, 2 Qs. Ali-Imran,
3. Qs. Al-Ankabut, 4. Qs. Ar-Rum, 5. Qs. Lukman dan
6. Qs. As-Sajdah.
2.      Rangkaian huruf (الر): 1. Qs. Yunus, 2. Qs. Hud, 3. Qs. Ibrahim,
4. Qs. Yusuf  dan 5. Qs. Hijr.    
3.      Rangkaian huruf (طسم): 1. Qs. Al-Qhasas, 2. Qs. Ash-Syu’ara.
d.      Kelompok yang terdiri dari 4 huruf ( Muraaba’ah ), yang ada 2 rangkaian dan terdapat dalam 2 surat, yaitu:
1.      Rangkaian (المر) dalam (Qs. Ar-Ra’ad) 
2.      Rangkaian huruf (المص) dalam (Qs. Al-a’raf)

e.       Kelompok yang terdiri dari lima huruf ( Al Mukkamasatu ), yang   ada dua rangkaian dan terdapat dalam dua surat, yaitu:
1.      Rangkaian huruf (Èÿèg!2) dalam (QS. Maryam)
2.      Rangkaian huruf (حمءسق) dalam (QS. Al Syura)

3.      Pembukaan dengan panggilan (Nida’)
Pembukaan surat dengan Nida’ ini terdapat dalam 10 surat, yang dibagi menjadi 3 macam, yaitu:
a.       Nida’ untuk Nabi, yang terdapat dalam 5 surat, yaitu:
Al-Ahzhab, At-Tahrim, At-Tolaq, Al-Muzammil dan Al-Mudatsir.
Contoh: (Al-Muzammil ayat 1)
يٰاَيُّهَاالْمُزَّمِّلُ (١)          
1.      Hai orang yang berselimut (Muhammad),

b.      Nida’ untuk kaum Mukmin, yang terdapat dalam 3 surat yaitu:
Al-Maidah, Al-Hujurat, Al-Mumtahana.
Contoh: (Al-Maidah ayat 1)
يٰاَيُّهَاالَّذِيْنَ اٰمَنُوْااَوْفُوْابِالْعُقُوْدِ اُحِلَّتْ لَكُمْ بَهِيْمَةُالْاَنْعَامِ اِلَّامَايُتْلٰى عَلَيْكُمْ غَيْرَمُحِلِّى الصَّيْدِوَاَنْتُمْ حُرُمٌ اِنَّ اللهَ يَحْكُمُ مَايُرِيْدُ (١)                         
1.      Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.
c.         Nida’ untuk kaum manusia, yang terdapat dalam 2 surat yaitu,
An-Nisa’, Al-Hajj.
Contoh: (Al-Hajj ayat 1)
يٰاَيُّهَاالنَّاسُ اتَّقُوْارَبِّكُمْ اِنَّ زَلْزَلَةَالسَّاعَةِشَيْءٍعَظِيْمٌ (١)
1.        Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).

4.         Pembukaan dengan jumlah Khabariyah
Sebenarnya Jumlah Khobariyah banyak sekali terdapat dalam pembukaan surat. Karena sudah dimasukkan kekelompok lain, maka tidak dimaksukan dalam kelompok ini. Jumlah Khobariyah di dalam pembukaan surat dalam kelompok ini dibagi menjadi 2 macam, yaitu:
ü  Jumlah Ismiyah.
Jumlah Ismiyah yang menjadi pembuka surat terdapat dalam 11 surat, yaitu:
1.        (براءةمن الله ورسوله ) dalam ( QS.At-Taubah)
2.        ( سورةانزلناهاوفرضاها ) dalam (QS. An-Nur)
3.        (تنزيل الكتاب من الله العزيزالحكيم ) dalam (QS.Al-Zumar)
4.        (الذين كفرواوصدواعن سبيل الله ) dalam (QS. Muhammad)
5.        (انافتحنالك فتحامينا ) dalam (QS. AL-Fath)
6.        (الرحمن علم القران ) dalam (QS. Ar-Rahman)
7.        (الحلقةماالحاقة) dalam (QS. Al-Haqqah)
8.        (انا ارسلناتوحا الى قومه) dalam (QS. Nuh)
9.        (اناانزلنه في ليلةالقدر ) dalam (QS. Al-Qadr)
10.    (القارعة ماالقارعة ) dalam (QS. Al-Qari’ah)
11.    (انااعطينك الكوثر ) dalam (QS.Al-Kautsar)




ü  Jumlah fi’liyah.
Jumlah fi’liyah yang menjadi pembuka surat terdapat dalam 12 surat, yaitu:
1.         (يسئلونك عن الانفال) dalam QS. Al-Anfal
2.         (اتي امرالله فلاتستعبطلوه) dalam QS. An-Nahl
3.         (اقترب الناس حسابهم ) dalam QS. Al-Anbiya
4.          (قد افلح المؤمنون ) dalam QS. Al-Mukminun
5.         (اقتربت الساعة ) dalam QS. Al-Qamar
6.         (قدسمع الله قول التي تجادلك ) dalam QS. Al-Mujadilah
7.         (سال ساىٔل بعذاب واقع ) dalam QS. Al-Ma’arij
8.         (لااقسم بيوم القيمة ) dalam QS. Al-Qiyamah
9.         (لااقسم بهذاالبلاد ) dalam QS. Balad
10.     (عبس وتولى ) dalam QS. ‘Abasa
11.     (لم يكن الذين كفروا من اهل الكتاب ) dalam QS. Al-Bayyinah
12.     (الها كم التكاثر ) dalam QS. Al-Takatsur

5.      Pembukaan dengan sumpah (al-Qasam)
Sumpah yang digunakan dalam pembukaan surat dibagi menjadi 3 macam, yaitu terdapat dalam 15 surat:
a.       Sumpah dengan benda-benda angkasa ( Al IstiftaahunBil Qasami ), yang terdapat dalam 8 surat :
-            (والصفات ) dalam Qs. Al-Shaffat
-            (والنجم) dalam Qs. Al-Najm
-            (والمرسلات ) dalam Qs. Al-Mursalat
-            (والنازعات غرقا ) dalam Qs. Al-Nazi’at
-            (والسماء ذات البروج ) dalam Qs. Al-Buruj
-            (والسماء والطارق ) dalam Qs. At-Thariq
-            (والفجر وليال عشر ) dalam Qs. Al-Fajr
-            (والشمس وضحيها ) dalam Qs. Al-Syam


Contoh: (An-Najm ayat 1

1.      demi bintang ketika terbenam.

b.      Sumpah dengan benda-benda bumi, yang terdapat pada 4 surat:
-            (والذاريات ذروا ) dalam Qs. Al-Dzariyat
-            (  والطور ) dalam QS. Al-Thur
-            (والتين ) dalam QS. At-Thin
-            (والعاديت ) dalam Qs. Al-Adiyat
Contoh: (At-Thin ayat 1 dan 2

1. demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun[1587],
2. dan demi bukit Sinai[1588],

c.       Sumpah dengan waktu, yang terdapat pada 3 surat :
-            (واليل ) dalam Qs. Al-Laili
-            (والضحى ) dalam QS. Ad-Dhuha
-            (والعصر ) dalam Qs. Al-ashr
Contoh: (Adh Dhuha ayat 1 dan 2)

1. demi waktu matahari sepenggalahan naik,
2. dan demi malam apabila telah sunyi (gelap),




6.         Pembukaan dengan syarat (al-Syarth)
Syarat yang digunakan dalam pembukaan surat al-Quran ada 2 macam, yang terdapat dalam 7 surat, yaitu:
a.       Syarat yang masuk pada jumlah ismiyah (Al Istiftaahu Bis Sharty), yang terdapat dalam 3 surat:
1.      (اذالشمس كورت ) dalam Qs. Al-Takwir
2.        (اذالسماء انفطرت) dalam Qs. Al-Infithar
3.        (اذالسماء انشقت ) dalam Qs. Al-Insyiqaq
Contoh: (Al-Infithar ayat 1)

1.        apabila langit terbelah.

b.      Syarat yang masuk pada jumlah fi’liyah, yang terdapat dalam 4 surat:
1.      (اذا وقعت الواقعة ) dalam Qs. Al-Waqi’ah
2.      (اذاجاءك المنافقون ) dalam Qs. Al-Munafiqun
3.      (اذا زلزلت الارض زلزالها ) dalam Qs. Al-Zalzalah
4.      (اذاجاء نصرالله والفتح ) dalam Qs. Al-Nashr
Contoh: (Al-Waqi’ah ayat 1)

1. apabila terjadi hari kiamat,




7.         Pembukaan dengan Fi’il Amar / Perintah (Al Istiftaahu Bil Amri)
Berdasarkan para ahli, ada sekitar 6 kata kerja perintah (surat) yang menjadi pembukaan surat-surat Al-Quran[1], yaitu:
a.       Dengan Fi’il Amar ( اقرأ ), yang terdapat dalam satu surat.
Contoh: (QS. Al-Alaq ayat 1)

1.        bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,

b.      Dengan Fi’il Amar (قل )
-          (قُلْ أُوحِيَ أِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌمِنَ اْلِجنِّ ) Qs. Al-Jin
-          (قُلْ يَا أَيُّهَا اْلكَافِرُونَ ) Qs. Al-Khafirun
-          (قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ ) Qs. Al-Ikhlash
-          (قُلْ أَعُوْ ذُبِرَبِّ اْلفَلَقِ ) Qs. Al-Falaq
-          (قُلْ أَعُوْ ذُبِرَبِّ النَّاسِ ) Qs. An-Nas
Contoh: (Al Ikhlash ayat 1)

1.      Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.

8.         Pembukaan dengan pertanyaan (Al Istiftaahu Bil istifhami)
Pertanyaan yang digunakan dalam pembukaan surat ada 2 macam, yang terdapat dalam 6 surat:
a.       Pertanyaan positif, pertanyaan dengan menggunakan kalimat positif, yang terdapat dalam 4 surat, yaitu:
·           (هل اتى على الانسان حين من الدهر ) dalam QS. Al-Dahr
·           (عم يتسا ءلون ) dalam QS. An-Naba
·           (هل اتاك حديث الغاشية ) dalam QS. Al-Ghasiyah
·           (ارايت الذي يكذب بالدين ) dalam QS. Al-Maun
Contoh: (Al Ghasiyah ayat 1)

1.      sudah datangkah kepadamu berita (Tentang) hari pembalasan?

b.      Pertanyaan negatif, pertanyaan dengan menggunakan kalimat negatif, yang terdapat dalam 2 surat, yaitu:
·           (الم نشرح لك صدرك ) dalam QS. Al-Insyirah
·           (الم تركيف فعل ربك بأصاحب الفيل ) dalam QS. Al-Fil
Contoh: (Al Insyirah ayat 1)

1.      Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,

9.      Pembukaan dengan Doa (bi al-Du’a)
Doa atau harapan maupun permohonan yang digunakan sebagai pembukaan dari 3 surah yang dibagi 2 macam, yaitu:
1.      Doa atau harapan yang berbentuk kata benda ( Ad du’aaul Ismiyyu )
a.       (ويل للمطففين ) QS. Al-Muthaffifin
b.      (ويل لكل همزة لمزة ) QS. Al-Humazah
Contoh: (Al-Humazah ayat 1)

1.        kecelakaanlah bagi Setiap pengumpat lagi pencela,




2.      Doa atau harapan yang berbentuk Kata Kerja (Ad su’aaul Fi’liyyu)
Contoh: (Al-Lahab ayat 1)

1.        binasalah kedua tangan Abu Lahab dan Sesungguhnya Dia akan binasa[1607].

10.  Pembukaan dengan alasan ( Al Istiftaahu bit Ta’lili )[2]
Macam pembukaan surah Al Quran yang terakhir ialah pembukaan dengan memberi alasan, yaitu dalam surah Al Quraisy ayat 1:
لِاءِ يْلَفِ قُرَ يْشِ
1.        karena kebiasaan orang-orang Quraisy,

C.    MENAFSIRKAN HURUF-HURUF MUQATHTHA’AT
Sebagian ulama memandang bahwa huruf-huruf muqaththa’at yang terdapat pada pembukaan surat sebagai huruf-huruf yang mengandung pengertian dan dipahami oleh manusia. Pendapat ini disandarkan pada penafsiran Ibnu Abbas, diantaranya adalah :

 قال انا الله اعلم, وفي قوله المص: قال انا الله افصل, وفي قوله الر: .الم
انا الله ار ى. (اخرجه ابن ابي حاتم)                                      
Ibnu Abbas berkata : “ (الم) Aku Allah lebih mengetahui  ( المص  ): Aku Allah akan memperinci,   (    الر): Aku Allah melihat.”

Walaupun tidak ada larangan menafsirkan huruf-huruf muqhaththa’at yang ada pada permulaan surat dalam Al-Quran, akan tetapi tidak boleh mengartikan huruf-huruf tersebut menurut kehendaknya saja tanpa didasari oleh ilmu.
Adapun contoh penafsiran dalam huruf-huruf muqhaththa’at yang termasuk tafsiran janggal dan mungkar menurut al- Suyuthi adalah :
حمعسق ditafsirkan, ha berarti hurbun (memerangi Muawiyah), mim berarti kekuasaan Marwaniyah, ain berarti kekuasaan Abbasiyah, sin berarti kekuasaan Sufyaniyah, dan qaf berarti qudwah Mahdi.”

D.      Hikmah Fawatihis suwar
Diantara hikmah-hikmahnya adalah sebagai berikut:
Ø  Untuk memberi perhatian, peringatan atau menjadi pedoman kehidupan, baik bagi Rosululloh maupun umatnya.
Ø  Pembukaan surat yang diawali dengan menetapkan sifat-sifat terpuji kepada Allah, yakni dengan masdhar dan selanjutnya diikuti dengan fi’il madhi, mudhori’ dan amr. Ini semua dimaksudkan agar mencakup seluruh tasbih, sekaligus menunjukkan betapa ajaibnya al-Quran itu.
Ø  Hikmah dari fawatihis suwar dengan sumpah yaitu : agar manusia meneladani sikap bertanggung jawab, berbicara harus benar dan jujur, dan Allah menggunakan beberapa benda sebagai sumpahNya, dimaksudkan agar manusia memperhatikan kebesaran Allah melalui ciptaanNya. Dengan begitu manusia merasa rendah di hadapan Allah.











[1] Acep Hermawan, Ulumul Quran (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011), hlm. 104.
[2] M. Saifudin Zuhri, Buku Ajar Ulumul Quran (Tulungagung: Pusat Peneribitan dan Publikasi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Tulungagung, 2000), hlm. 55.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar