A. PENGERTIAN FAWATIHIS SUWAR
Fawatih merupakan bentuk jamak dari
kata fatih yang berarti pembuka. Sedangkan fawatihis suwar berati pembukaan-pembukaan
pada surat-surat. Jadi, fawatihis suwar adalah ilmu yang membahas tentang
kalimat-kalimat pada pembukaan-pembukaan surat dalam al-Qur’an.
B. MACAM-MACAM FAWATIHIS SUWAR
Menurut Al-Qhastalani, fawatihis suwar
dibagi menjadi 10 macam, yaitu:
1.
Pembukaan
dengan pujian kepaada Allah (al-tsana’)
2.
Pembukaan
dengan huruf muqaththa’at
3.
Pembukaan
dengan panggilan (al-nida)
4.
Pembukaan
dengan jumlah khabariyah
5.
Pembukaan
dengan sumpah (al-qasam)
6.
Pembukaan
dengan syarat (al-syarth)
7.
Pembukaan
dengan perintah (al-amr)
8.
Pembukaan
dengan pertanyaan (al-istifham)
9.
Pembukaan
dengan doa (bi al-du’a)
10.
Pembukaan
dengan alasan (bi al-ta’lil)
Dalam pembagian ini ada sebagian
pembuka surat yang seharusnya masuk pada kelompok tertentu, akan tetapi karena
sudah dimasukkan kekelompok lain, maka tidak dimasukkan pada kelompok tersebut.
Menurut para ahli, fawatih al-suwar dibagi menjadi 10 macam, yaitu:
1. Pembukaan
dengan pujian
kepada Alloh
(al-tsana’)
Pujian kepada allah ada 2 macam yaitu :
a.
Pembukaan
dengan sifat-sifat yang terpuji bagi allah dengan menggunakan lafadz sebagai
berikut:
-
Menggunakan
lafadz hamdallah yakni di buka dengan
(الْحَمْدُ لِلّٰهِ) yang terdapat dalam lima surat, yaitu:
1. Al-Fatihah, 2. Al-An’am, 3. Al-Kahfi,
4. Saba’, 5. Fatthir.
Contoh: (Al-Fatihah ayat 2).
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ اْلعٰلَمِيْنَ ٢
2. segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
-
Menggunakan
lafadz ( تَبَارَكَ ) yang terdapat dalam 2 surat yaitu : 1. Al-Furqon
2. Al-Mulk
Contoh: (Al-Mulk ayat
1)
تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَعَلٰى كُلِّ
شَيْءٍقَدِيْرُ
1. Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah
segala kerajaan dan Dia Maha
Kuasa atas segala sesuatu.
b.
Mensucikan
allah dari sifat-sifat negatif dengan menggunakan lafadz tasbih (يُسَبِّحُ/سَبِّحْ/سَبَّحْ/سُبْحَنَ) yang terdapat dalam 7 surat, yaitu:
1. Al-Isro’, 2. Al-A’la, 3. Al-Hadid, 4. Al-Hasyir, 5. Ash-Shaaffu,
6. Al-Jum’ah, 7. At-Taghabun.
Contoh: (Al-Hadid
ayat 1)
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَافِى الْسَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَهُوَالْعَزِيْزُالْحَكِيْمُ
1. semua yang berada di langit dan yang berada
di bumi bertasbih kepada Allah
(menyatakan kebesaran Allah). dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
2. Pembukaan dengan huruf-huruf
yang terputus-putus
(al mugath-tha’at)
Pembukaan dengan huruf-huruf ini terdapat dalam 29 surat dengan menggunakan
14 huruf tanpa di ulang, yakni: (ا/ي/ه/ن/م/ل/ك/ق/ع/ك/ص/س/ر/ح)
Penggunaan huruf-huruf tersebut
dalam pembukaan dalam surat al-quran di susun
dalam 14 rangkaian, yang terdiri dari 5 kelompok sebagai berikut:
a.
Kelompok
sederhana, terdiri dari 1 huruf yang ada tiga rangkaian dan terdapat dalam 3
surat, yaitu:
1.
(ص ) dalam
QS. Shad
2.
(ق) dalam
QS. Qaf
3.
(ن) dalam
QS. Nun
b.
Kelompok yang
terdiri dari 2 huruf ( Al Mutsanna ), yang ada 4
rangkaian dan terdapat dalam 9 surat, yaitu:
1. Rangkaian
huruf (حم)
:
1. QS. Al-Mu’min, 2. QS
Al Sajdah, 3. QS. Az-Zuhruf,
4. QS. Al-Dukhan,
5. QS. Al-Jatsiyah, 6. QS.Al-Ahqaf.
2.
Rangkaian
huruf (طه ) :
1. QS. Thaha
3.
Rangkaian huruf
( طس
): 1. QS. Al-Naml
4.
Rangkaian huruf
( يس
): 1.
QS. Yasin
c.
Kelompok yang
terdiri dari 3 huruf ( Al Mutsallatsatu ), yang ada 3 rangkaian dan terdapat
dalam 13 surat, yaitu:
1.
Rangkaian huruf
(الم):
1. Qs. Al-Baqarah, 2 Qs. Ali-Imran,
3. Qs.
Al-Ankabut, 4. Qs. Ar-Rum, 5. Qs. Lukman dan
6. Qs. As-Sajdah.
2.
Rangkaian huruf
(الر):
1. Qs. Yunus, 2. Qs. Hud, 3. Qs. Ibrahim,
4. Qs.
Yusuf dan 5. Qs.
Hijr.
3.
Rangkaian huruf
(طسم):
1. Qs. Al-Qhasas, 2. Qs. Ash-Syu’ara.
d.
Kelompok yang
terdiri dari 4 huruf ( Muraaba’ah ), yang ada 2 rangkaian dan terdapat dalam 2
surat, yaitu:
1. Rangkaian (المر) dalam (Qs. Ar-Ra’ad)
2. Rangkaian
huruf (المص)
dalam (Qs. Al-a’raf)
e. Kelompok yang terdiri dari lima huruf ( Al Mukkamasatu ), yang ada
dua rangkaian dan terdapat dalam dua surat, yaitu:
1. Rangkaian huruf (Èÿèg!2) dalam (QS. Maryam)
2. Rangkaian huruf (حمءسق) dalam (QS. Al Syura)
3. Pembukaan dengan panggilan (Nida’)
Pembukaan surat
dengan Nida’ ini terdapat dalam 10 surat, yang dibagi menjadi 3 macam,
yaitu:
a. Nida’ untuk Nabi, yang terdapat dalam 5 surat, yaitu:
Al-Ahzhab,
At-Tahrim, At-Tolaq, Al-Muzammil dan
Al-Mudatsir.
Contoh: (Al-Muzammil ayat 1)
يٰاَيُّهَاالْمُزَّمِّلُ (١)
1. Hai orang yang berselimut (Muhammad),
b.
Nida’ untuk
kaum Mukmin, yang terdapat dalam 3 surat yaitu:
Al-Maidah,
Al-Hujurat, Al-Mumtahana.
Contoh: (Al-Maidah ayat 1)
يٰاَيُّهَاالَّذِيْنَ اٰمَنُوْااَوْفُوْابِالْعُقُوْدِ اُحِلَّتْ
لَكُمْ بَهِيْمَةُالْاَنْعَامِ اِلَّامَايُتْلٰى عَلَيْكُمْ غَيْرَمُحِلِّى
الصَّيْدِوَاَنْتُمْ حُرُمٌ اِنَّ اللهَ يَحْكُمُ مَايُرِيْدُ (١)
1. Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. Dihalalkan
bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (yang demikian
itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji.
Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.
c.
Nida’ untuk
kaum manusia, yang terdapat dalam 2 surat yaitu,
An-Nisa’, Al-Hajj.
Contoh: (Al-Hajj ayat 1)
يٰاَيُّهَاالنَّاسُ اتَّقُوْارَبِّكُمْ اِنَّ
زَلْزَلَةَالسَّاعَةِشَيْءٍعَظِيْمٌ (١)
1.
Hai manusia,
bertakwalah kepada Tuhanmu; Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah
suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).
4.
Pembukaan
dengan jumlah Khabariyah
Sebenarnya Jumlah
Khobariyah banyak sekali terdapat dalam pembukaan surat. Karena sudah
dimasukkan kekelompok lain, maka tidak dimaksukan dalam kelompok ini. Jumlah
Khobariyah di dalam pembukaan surat dalam kelompok ini dibagi menjadi 2 macam,
yaitu:
ü
Jumlah Ismiyah.
Jumlah Ismiyah
yang menjadi pembuka surat terdapat dalam 11 surat, yaitu:
1.
(براءةمن الله ورسوله ) dalam ( QS.At-Taubah)
2.
( سورةانزلناهاوفرضاها ) dalam (QS. An-Nur)
3.
(تنزيل الكتاب من الله العزيزالحكيم ) dalam (QS.Al-Zumar)
4.
(الذين كفرواوصدواعن سبيل الله ) dalam (QS. Muhammad)
5.
(انافتحنالك فتحامينا ) dalam (QS. AL-Fath)
6.
(الرحمن علم القران
) dalam (QS. Ar-Rahman)
7.
(الحلقةماالحاقة)
dalam (QS. Al-Haqqah)
8.
(انا ارسلناتوحا الى قومه) dalam (QS. Nuh)
9.
(اناانزلنه في ليلةالقدر ) dalam (QS. Al-Qadr)
10.
(القارعة ماالقارعة
) dalam (QS. Al-Qari’ah)
11.
(انااعطينك الكوثر
) dalam (QS.Al-Kautsar)
ü
Jumlah
fi’liyah.
Jumlah fi’liyah
yang menjadi pembuka surat terdapat dalam 12 surat, yaitu:
1.
(يسئلونك عن الانفال)
dalam QS. Al-Anfal
2.
(اتي امرالله فلاتستعبطلوه) dalam QS. An-Nahl
3.
(اقترب الناس حسابهم
) dalam QS. Al-Anbiya
4.
(قد افلح المؤمنون ) dalam QS.
Al-Mukminun
5.
(اقتربت الساعة
) dalam QS. Al-Qamar
6.
(قدسمع الله قول التي تجادلك ) dalam QS. Al-Mujadilah
7.
(سال ساىٔل بعذاب واقع ) dalam QS. Al-Ma’arij
8.
(لااقسم بيوم القيمة
) dalam QS. Al-Qiyamah
9.
(لااقسم بهذاالبلاد
) dalam QS. Balad
10.
(عبس وتولى )
dalam QS. ‘Abasa
11.
(لم يكن الذين كفروا من اهل الكتاب ) dalam QS. Al-Bayyinah
12.
(الها كم التكاثر ) dalam QS. Al-Takatsur
5. Pembukaan dengan sumpah (al-Qasam)
Sumpah yang
digunakan dalam pembukaan surat dibagi menjadi 3 macam, yaitu terdapat dalam
15 surat:
a. Sumpah dengan benda-benda angkasa ( Al IstiftaahunBil Qasami ), yang terdapat dalam 8 surat :
-
(والصفات ) dalam
Qs. Al-Shaffat
-
(والنجم) dalam
Qs. Al-Najm
-
(والمرسلات ) dalam
Qs. Al-Mursalat
-
(والنازعات غرقا
) dalam
Qs. Al-Nazi’at
-
(والسماء ذات البروج
) dalam
Qs. Al-Buruj
-
(والسماء والطارق
) dalam
Qs. At-Thariq
-
(والفجر وليال عشر
) dalam
Qs. Al-Fajr
-
(والشمس وضحيها
) dalam
Qs. Al-Syam
Contoh: (An-Najm ayat 1
1. demi bintang ketika terbenam.
b.
Sumpah dengan
benda-benda bumi, yang terdapat pada 4 surat:
-
(والذاريات ذروا
) dalam
Qs. Al-Dzariyat
-
( والطور ) dalam QS.
Al-Thur
-
(والتين ) dalam
QS. At-Thin
-
(والعاديت ) dalam
Qs. Al-Adiyat
Contoh: (At-Thin ayat 1 dan 2
1. demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun[1587],
2. dan demi bukit Sinai[1588],
c.
Sumpah dengan
waktu, yang terdapat pada 3 surat :
-
(واليل ) dalam
Qs. Al-Laili
-
(والضحى ) dalam
QS. Ad-Dhuha
-
(والعصر ) dalam
Qs. Al-ashr
Contoh: (Adh Dhuha ayat 1 dan 2)
1. demi waktu matahari sepenggalahan naik,
2. dan demi malam apabila telah sunyi (gelap),
6.
Pembukaan
dengan syarat (al-Syarth)
Syarat yang
digunakan dalam pembukaan surat al-Quran ada 2 macam, yang terdapat dalam 7
surat, yaitu:
a.
Syarat yang
masuk pada jumlah ismiyah (Al Istiftaahu Bis Sharty), yang terdapat dalam 3 surat:
1.
(اذالشمس كورت
) dalam
Qs. Al-Takwir
2.
(اذالسماء انفطرت) dalam
Qs. Al-Infithar
3.
(اذالسماء انشقت
) dalam
Qs. Al-Insyiqaq
Contoh: (Al-Infithar ayat 1)
1.
apabila langit
terbelah.
b.
Syarat yang
masuk pada jumlah fi’liyah, yang terdapat dalam 4 surat:
1.
(اذا وقعت الواقعة
) dalam
Qs. Al-Waqi’ah
2.
(اذاجاءك المنافقون
) dalam
Qs. Al-Munafiqun
3.
(اذا زلزلت الارض زلزالها ) dalam Qs. Al-Zalzalah
4.
(اذاجاء نصرالله والفتح ) dalam Qs. Al-Nashr
Contoh: (Al-Waqi’ah ayat 1)
1. apabila terjadi hari kiamat,
7.
Pembukaan dengan Fi’il Amar / Perintah (Al Istiftaahu
Bil Amri)
Berdasarkan para
ahli, ada sekitar 6 kata kerja perintah (surat) yang
menjadi pembukaan surat-surat Al-Quran[1],
yaitu:
a. Dengan Fi’il Amar ( اقرأ ), yang terdapat dalam satu surat.
Contoh: (QS. Al-Alaq ayat 1)
1.
bacalah dengan
(menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
b.
Dengan Fi’il Amar (قل )
-
(قُلْ أُوحِيَ أِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌمِنَ اْلِجنِّ ) Qs. Al-Jin
-
(قُلْ يَا أَيُّهَا اْلكَافِرُونَ ) Qs. Al-Khafirun
-
(قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ ) Qs. Al-Ikhlash
-
(قُلْ أَعُوْ ذُبِرَبِّ اْلفَلَقِ ) Qs. Al-Falaq
-
(قُلْ أَعُوْ ذُبِرَبِّ النَّاسِ ) Qs. An-Nas
Contoh: (Al
Ikhlash ayat 1)
1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
8.
Pembukaan
dengan pertanyaan (Al Istiftaahu Bil istifhami)
Pertanyaan yang
digunakan dalam pembukaan surat ada 2 macam, yang terdapat dalam 6 surat:
a. Pertanyaan positif, pertanyaan dengan menggunakan kalimat positif,
yang terdapat dalam 4 surat, yaitu:
·
(هل اتى على الانسان حين من الدهر ) dalam QS. Al-Dahr
·
(عم يتسا ءلون
) dalam
QS. An-Naba
·
(هل اتاك حديث الغاشية ) dalam QS. Al-Ghasiyah
·
(ارايت الذي يكذب بالدين ) dalam QS. Al-Maun
Contoh: (Al Ghasiyah ayat 1)
1. sudah datangkah kepadamu berita (Tentang) hari pembalasan?
b. Pertanyaan negatif, pertanyaan dengan menggunakan kalimat negatif,
yang terdapat dalam 2 surat, yaitu:
·
(الم نشرح لك صدرك
) dalam
QS. Al-Insyirah
·
(الم تركيف فعل ربك بأصاحب الفيل ) dalam QS. Al-Fil
Contoh: (Al Insyirah ayat 1)
1. Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,
9. Pembukaan dengan Doa (bi al-Du’a)
Doa atau
harapan maupun permohonan yang digunakan sebagai pembukaan dari 3 surah yang
dibagi 2 macam, yaitu:
1.
Doa atau
harapan yang berbentuk kata benda ( Ad du’aaul Ismiyyu )
a.
(ويل للمطففين
) QS. Al-Muthaffifin
b.
(ويل لكل همزة لمزة
) QS. Al-Humazah
Contoh: (Al-Humazah ayat 1)
1.
kecelakaanlah
bagi Setiap pengumpat lagi pencela,
2. Doa atau harapan yang berbentuk Kata Kerja
(Ad su’aaul Fi’liyyu)
Contoh: (Al-Lahab ayat 1)
1.
binasalah kedua
tangan Abu Lahab dan Sesungguhnya Dia akan binasa[1607].
10. Pembukaan dengan alasan ( Al Istiftaahu bit
Ta’lili )[2]
Macam pembukaan surah Al Quran yang terakhir ialah
pembukaan dengan memberi alasan, yaitu dalam surah Al Quraisy ayat 1:
لِاءِ يْلَفِ قُرَ يْشِ
1.
karena
kebiasaan orang-orang Quraisy,
C.
MENAFSIRKAN HURUF-HURUF MUQATHTHA’AT
Sebagian
ulama memandang bahwa huruf-huruf muqaththa’at yang terdapat pada pembukaan
surat sebagai huruf-huruf yang mengandung pengertian dan dipahami oleh manusia.
Pendapat ini disandarkan pada penafsiran Ibnu Abbas, diantaranya adalah :
قال انا
الله اعلم, وفي قوله المص: قال انا الله افصل, وفي قوله الر: .الم
انا
الله ار ى. (اخرجه ابن ابي حاتم)
Ibnu Abbas berkata : “ (الم) Aku Allah lebih mengetahui
( المص ):
Aku Allah akan memperinci, ( الر): Aku Allah melihat.”
Walaupun tidak ada larangan
menafsirkan huruf-huruf muqhaththa’at yang ada pada permulaan surat dalam
Al-Quran, akan tetapi tidak boleh mengartikan huruf-huruf tersebut menurut
kehendaknya saja tanpa didasari oleh ilmu.
Adapun contoh penafsiran dalam
huruf-huruf muqhaththa’at yang termasuk tafsiran janggal dan mungkar menurut
al- Suyuthi adalah :
“ حمعسق ditafsirkan, ha berarti hurbun (memerangi Muawiyah), mim
berarti kekuasaan Marwaniyah, ain berarti kekuasaan Abbasiyah, sin
berarti kekuasaan Sufyaniyah, dan qaf berarti qudwah Mahdi.”
D.
Hikmah
Fawatihis suwar
Diantara
hikmah-hikmahnya adalah sebagai berikut:
Ø Untuk memberi perhatian, peringatan atau menjadi pedoman kehidupan,
baik bagi Rosululloh maupun umatnya.
Ø Pembukaan surat yang diawali dengan menetapkan sifat-sifat terpuji
kepada Allah, yakni dengan masdhar dan selanjutnya diikuti dengan fi’il madhi,
mudhori’ dan amr. Ini semua dimaksudkan agar mencakup seluruh tasbih, sekaligus
menunjukkan betapa ajaibnya al-Quran itu.
Ø Hikmah dari fawatihis suwar dengan sumpah yaitu : agar manusia
meneladani sikap bertanggung jawab, berbicara harus benar dan jujur, dan Allah
menggunakan beberapa benda sebagai sumpahNya, dimaksudkan agar manusia memperhatikan
kebesaran Allah melalui ciptaanNya. Dengan begitu manusia merasa rendah di
hadapan Allah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar